Perlunya Akomodasi Dan Penghapusan Stigma Bagi Para Pekerja Disabilitas

Pada bagian kehidupan yang lain, Pemerintah memang tengah berjuang untuk memenuhi hak-hak bagi penyandang disabilitas. Ini tidak lain diantaranya adalah penyandang disabilitas harus mendapat fasilitas dan perbaikan lingkungan karena permasalahan yang sebenarnya adalah di dalam lingkungan dengan aksesibilitas yang kurang memadai dalam infrastruktur dengan factor perspektif atau pengertian disability.

Badan Survey sudah mendapatkan data bagi total penyandang disabilitas di Indonesia, sudah terdapat 21 juta total daripada penyandang disabilitas saat ini, di dunia kerja, kementerian ketenagakerjaan melaporkan bahwa ada lebih dari 7 juta penyandang disabilitas yang memiliki pekerjaan dan diserap oleh perusahaan swasta, BUMN dan BUMD. Memang kuota untuk para pekerja disabilitas sudah diatur dengan memiliki minimal 1 dibanding 50, dalam hal ini pemberi kuota kerja harus memastikan hak berserikat serta mempromosikan kredibilitas juga aksesibilitas penyandang disabilitas di lingkungan kerjs, termasuk mengakomodasi dalam bentuk aduan pekerja disabilitas bila terdapat pelanggaran di lingkungan pekerjaan, serta memfasilitasi jaminan sosial penyandang disabilitas sebagai pekerja di lingkungan kerja.

Tidak hanya factor lingkungan kerja, tetapi diskriminasi yang terjadi menjadi salah satu factor bagi penyandang disabilitas tidak merasakan kenyamanan selama mereka bekerja di perusahaan, salah satunya adalah berkembangnya stigma di lingkungan kerja yang mana berkenaan dengan kompetensi mereka, dengan daya latih pekerja disabilitas yang cenderung diremehkan. Seharusnya ada pelatihan yang memadai untuk mereka yang disabilitas. Pelatihan terhadap penyandang disabilitas sangat penting sebab nantinya pelatihan ini dan aksesibilitas yang diberikan akan sangat menunjang hasil pekerjaan mereka sehingga mereka akan dapat bersaing secara sehat dengan pekerja tanpa disabilitas lainnya bahkan mereka juga bisa membagi ilmu bekerja mereka dengan individu lain. Tidak tertutup kemungkinan bila penyandang disabilitas bahkan lebih aktif dibandingkan dengan pekerja individu tanpa disabilitas sehingga ini menjadi nilai lebih bagi penyandang disabilitas dalam melakukan pekerjaan mereka.

Bagi para perusahaan yang tidak dan belum mengetahui peraturan, maka kementerian ketenagakerjaan meminta untuk memperhatikan lebih jauh mengenai penyandang disabilitas agar dapat terserap paling tidak sebanyak 2%, ini akan membantu mengurangi pengangguran sekaligus memberdayakan sumber daya manusia sebagai pekerja di dunia industry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *